6 Bekal Bagi Para Penuntut Ilmu



Ilmu merupakan perkara yang sangat agung yang telah Allah jelaskan dalam Al-Quran terlebih ilmu agama. Allah akan memberikan kemulian kepada hamba-Nya yang ingin mencari ilmu dengan mengangkat seorang tersebut beberapa derajat. Maka dengan kemulian itu hendaknya kita memperhatikan nasehat Ulama besar yaitu seorang yang bernama Muhammad Bin Idris atau yang lebih biasa dikenal dengan Imam Syafi’i. Sebagaimana yang telah beliau nasehatkan kepada kita yang berbunyi:
أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
“Wahai saudaraku… ilmu tidak akan diperoleh kecuali dengan enam perkara yang akan saya beritahukan perinciannya: (1) kecerdasan, (2) semangat, (3) sungguh-sungguh, (4) berkecukupan, (5) bersahabat (belajar) dengan ustadz, (6) membutuhkan waktu yang lama.”
1.      kecerdasan.
Kecerdasan yang ada pada diri manusia terkadang memang sudah sebagai perangai yang Allah berikan  kepadanya. Akan tetapi terkadang kecerdasan itu ada setelah diusahakan. Kecerdasan merupakan sebab diantara sebab-sebab yang paling kuat membantu seseorang menggapai ilmu, memahami dan menghafalnya. Memilih, menjama’ dalil-dalil yang sepertinya banyak perselihan disitu. Akan tetapi Kecerdasan bukan hanya berhenti pada kecerdasan bagaimana seseorang kuat dalam menghafal atau yang lainnya akan tetapi bisa jadi seseoang lemah dalam hafalan akan tetapi memiliki kecerdasan yang lain seperti visual, logis matematis atau yang lainnya.
2.      Semangat Dalam Mendapatkan Ilmu
Apabila seseorang mengetahui pentingnya sesuatu pasti ia akan berusaha dengan semangat untuk mendapatkan hal tersebut. Sedangkan ilmu adalah sesuatu yang paling berharga untuk meniti jalan kehidupan. Maka hendaknya para penuntut ilmu hendaknya semangat dalam mencari, menghafal, memamahi dan mengamalkan ilmu yang telah ia dapatkan.
3.      Bersungguh-Sunggh Dalam Menuntut Ilmu
Hendaknya bagi para penuntut ilmu senantiasa bersemangat dan menjauhi rasa malas yang menghantuinya. Diantara sebab-sebab yang membantu seseorang untuk giat, tekun, bersungguh-sungguh adalah membaca biografi kehidupan para ulama untuk mengenang perjuangan mereka dalam mencari ilmu baik itu fiqih, hadits, tafsir dll dari satu negara ke negara yang lain.
4.      Memiliki bekal yang cukup
Para ulama dahulu rela mengorbankan hartanya untuk melakukan perjalanan dalam menuntut ilmu. Abu Hatim yang menjual bajunya untuk dapat menuntut ilmu, imam Malik bin Anas menjual kayu atap rumahnya untuk bisa menuntut ilmu. Penuntut ilmu mencurahkan semua usaha baik tenaga maupun harta agar apa yang ia cita-citakan dapat ia capai.
5.      Memiliki guru pembimbing
Ilmu diambil dari lisan para ulama. Seorang penuntut ilmu agar kokoh dalam mencari ilmu hendaknya ia membangunnya diatas dasar-dasar yang benar, hendaknya ia bermajlis dengan para ulama. Sehingga dirinya berada pada kaidah-kaidah yang benar mampu memahami al-Quran dan hadits ataupun perkataan-perkataan para ulama dengan benar.
6.      Masa yang panjang
Seorang penuntut ilmu jangan sampai mempunyai pandangan bahwa menuntut ilmu itu cukup hanya dengan sehari atau dua hari, setahun atau dua tahun. Karena sesungguhnya menuntut ilmu itu membutuhkan kesabaran bertahun-tahun.
Sebagaimana Al-Qadhi Iyadh suatu ketika ditanya sampai kapan seseorang harus menuntut ilmu? Beliau menjawab “sampai ia meninggal dan ikut tertuang tempat tintanya ke liang kubur.”
Imam Ahmad mengatakan, aku duduk belajar kitabul haid selama sembilah tahun sampau aku benar-benar memahaminya.
Wallahu ta’ala a’lam
Share on Google Plus

About Muhammad Abdullatif

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment