Bagaimana Hukum Cadar

    Dizaman ini menjadi permasalahan yang banyak diperbincangkan oleh manusia terlebih khusus bagi para wanita muslimah. Perkara hukum memakai cadar merupakan bahasan yang sangat menarik untuk dikaji lebih dalam dan sedikit sensitive untuk dibahas. Lalu bagaimana Al-Quran dan Hadits menjelaskan tentang perkara cadar dan bagaimana pendapat para imam madzhab mengenai hal itu?
    Cadar adalah kain penutup kepala atau muka yang digunakan oleh sebagian besar wanita muslimah. Dalam bahasa arab istilah syar’i untuk cadar adalah niqab. Niqab sendiri merupakan kain yang digunakan untuk menutupi wajah, biasanya niqab sudah menjadi satu kesatuan dengan jilbab yang dikenakan. Kewajiban menutup aurat bagi kaum wanita sendiri merupakan sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah yang ada dalam agama itu sendiri dan merupakan perintah langsung dari Allah ta’ala sebagaimana FirmanNya berikut :
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka.” [An Nur/24: 31]
Dalam firman diatas dijelaskan bahwa, wanita dalam Islam atau wanita muslimah wajib menutup semua auratnya. Cara yang harus dilakukan adalah dengan memakai hijab atau jilbab sebagai cara memilih wanita dalam Islam. Sedangkan untuk pemakaian cadar sendiri masih terdapat perbedaan hukum dikalangan ulama madzhab.
Sumber dan dasar hukum Islam yang bisa digunakan tentunya adalah Alquran dan hadist sebagai pedoman hidup umat Islam. Oleh sebab itu, dalam memandang perkara dan hukum wanita bercadar ini, tentu kita harus mengetahui dasar hukumnya terlebih dahulu.
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al Ahzab: 33).
    Dalam surat Al Ahzab dikatakan bahwa setiap wanita muslim memiliki keharusan untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya dengan hijab yang mereka kenakan. Jilbab dalam bahasa Arab adalah pakaian yang luas yang menutupi seluruh badan. Sehingga seorang wanita wajib memakai jilbab pada pakaian luarnya dari ujung kepalanya turun sampai menutupi wajahnya, segala perhiasannya dan seluruh badannya sampai menutupi kedua ujung kakinya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik hijab.” (QS. Al Ahzab: 53).
Syaikh Sulaiman bin Shalih Al Kharrasyi dalam kitab “Waqafat Ma’a Man Yara Jawaza Kasyfil Wajhi”mengatakan:
“Para ulama sepakat bahwa ayat ini menunjukkan adanya kewajiban memakai hijab dan menutup wajah (wanita)”
Terlepas dari adanya perbedaan pandangan ulama dan para ahli mengenai hukum memakai cadar. Dalam ayat ini jelas menyiratkan bahwa terdapat sisi yang mensyariatkan penggunaan cadar.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
“Dan hendaklah mereka (para wanita) menjulurkan kain jilbab ke dada mereka” (QS. An Nur: 31).
    Dalam ayat ini, Allah SWT memerintahkan untuk menutup dada menggunakan jilbab. Artinya bahwa menutup dada menggunakan hijab merupakan kewajiban begitupula dengan menutup wajah. Sebab wajah adalah tempat kecantikan dan godaan. Sehingga jika menutup dada saja wajib apalagi dengan menutup wajah. Dalam Shahih Bukhari, disebutkan hadits dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu’anha, beliau mengatakan: pasca turunnya surat ini (An-Nur:31)
“Para wanita shahabiyah mengambil kain-kain mereka, kemudian mereka merobeknya dari ujung-ujungnya dan ber-khimar dengannya.”Berdasarkan hadist diatas maka para Shabiyah mengartikan ayat diatas sebagai perintah untuk menutup tubuh termasuk juga wajah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“dan janganlah mereka (wanita) menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya” (QS. An Nur: 31).
    Ayat ini menjelaskan mengenai larangan menunjukkan perhiasan yang sedang dipakai. Misalnya dengan menghentakkan kaki agar terdengar perhiasan seperti gelang kaki yang dipakai, tentu saja hal ini dapat menjadikan sebuah godaan bagi lawan jenis. Oleh karena itu, maka godaan ketika melihat wajah cantik yang berias tentunya akan lebih besar dari sekedar mendengar suara perhiasan di kaki. Oleh sebab itu, ayat ini juga menyiratkan dan mensyariatkan kewajiban untuk menutup wajah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَالْقَوَاعِدُ مِنَ النِّسَاءِ اللَّاتِي لَا يَرْجُونَ نِكَاحًا فَلَيْسَ عَلَيْهِنَّ جُنَاحٌ أَنْ يَضَعْنَ ثِيَابَهُنَّ غَيْرَ مُتَبَرِّجَاتٍ بِزِينَةٍ وَأَنْ يَسْتَعْفِفْنَ خَيْرٌ لَهُنَّ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana” (QS. An Nur: 60).
    Dalam ayat ini, menjelaskan mengenai ketidakwajiban menutup wajah atau menanggalkan pakaian mereka namun tetap sopan dan tidak memperlihatkan perhiasannya. Maksud menanggalkan disini adalah bukan telanjang, melainkan pakaian yang menutupi seluruh badan. Ini hanya berlaku kepada mereka wanita yang sudah tua dam tidak memiliki hasrat untuk menikah lagi. Sebaliknya bagi wanita muda yang memiliki keinginan untuk menikah maka wajib bagi mereka untuk menutup wajahnya.
    Pendapat ulama madzhab mengenai penggunaan cadar dapat diungkapkan sebagai hal berikut. Ulama 4 madzhab semuanya menganjurkan wanita muslimah untuk memakai cadar, bahkan sebagiannya kepada anjuran wajib. Beberapa penukilan yang disebutkan di sini hanya secuil saja, karena masih banyak lagi penjelasan-penjelasan serupa dari para ulama madzhab.
1.    Madzhab Hanafi
    Pendapat madzhab Hanafi, wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.
2.    Madzhab Maliki
    Mazhab Maliki berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunnah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat.
3.    Madzhab Syafi’i
    Pendapat madzhab Syafi’i, aurat wanita di depan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita memakai cadar dihadapan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu’tamad madzhab Syafi’i. 
“Wanita memiliki tiga jenis aurat, (1) aurat dalam shalat -sebagaimana telah dijelaskan- yaitu seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan, (2) aurat terhadap pandangan lelaki ajnabi, yaitu seluruh tubuh termasuk wajah dan telapak tangan, menurut pendapat yang mu’tamad, (3) aurat ketika berdua bersama yang mahram, sama seperti laki-laki, yaitu antara pusar dan paha” (Hasyiah Asy Syarwani ‘Ala Tuhfatul Muhtaaj, 2/112)
4.    Madzhab Hambali
“Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya” (Dinukil dalam Zaadul Masiir, 6/31).
    Dari pemaparan di atas, jelaslah bahwa memakai cadar (dan juga jilbab) bukanlah sekedar budaya timur-tengah, namun budaya Islam dan ajaran Islam yang sudah diajarkan oleh para ulama Islam sebagai pewaris para Nabi yang memberikan pengajaran kepada seluruh umat Islam, bukan kepada masyarakat timur-tengah saja. Jika memang budaya Islam ini sudah dianggap sebagai budaya lokal oleh masyarakat timur-tengah, maka tentu ini adalah perkara yang baik. Karena memang demikian sepatutnya, seorang muslim berbudaya Islam.
wallahu ta'ala a'lam
Share on Google Plus

About Muhammad Abdullatif

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment