Bagaimana Hukum Euthanasia

Islam merupakan agama yang sempurna dalam mengatur setiap aspek kehidupan manusia. Baik itu tentang perkara individu maupun perkara yang berhubungan dengan orang lain. Islam menganjurkan pengikutnya untuk senantiasa menghargai kehidupannya dan senantiasa mengaktualisasikan dirinya didunia. Bahwasanya fase kehidupan yang dijalani manusia didunia ini telah Allah tetapkan 500.000 tahun sebelum manusia itu diciptakan. Takdir yang berupa kebahagiaan, kesedihan, cobaan/ musibah, jodoh, rizki, kematian. Dan manusia dituntut untuk mempersiapkan segala aspek untuk menghadapi hal itu. Begitu halnya dengan euthanasia (atau suntik mati) telah Allah jelaskan didalam Al-Quran. Lalu bagaimana hal tersebut di pandang dari sudut ilmu kedokteran dan sudut pandang Al-Quran.
    Istilah euthanasia berasal dari Bahasa Yunani, yaitu “eu” yang berarti baik dan “thanatos” yang berarti mati. Jadi, euthanasia adalah mengakhiri hidup dengan cara yang mudah dan tanpa rasa sakit. Oleh karena itu euthanasia sering disebut dengan mercy killing.
Menurut istilah kedokteran, euthanasia berarti tindakan agar kesakitan atau penderitaan yang dialami seseorang yang akan meninggal diperingan. Juga berarti mempercepat kematian seseorang yang ada dalam kesakitan dan penderitaan hebat menjelang kematiannya.
Dalam Bahasa Arab euthanasia dikenal dengan istilah qatlu ar-rahma atau tasyir al-maut yang berarti tindakan memudahkan kematian seseorang dengan sengaja tanpa merasakan sakit, karena kasih sayang, dengan tujuan meringankan penderitaan bagi pasien.
Dalam praktik kedokteran, dikenal dua macam euthanasia, yaitu euthanasia aktif dan euthanasia pasif.
1.    Euthanasia Aktif
Euthanasia aktif adalah tindakan memudahkan kematian si sakit, karena kasih saying, yang dilakukan oleh dokter dengan menggunakan instrument (alat). Alat yang digunakan biasanya adalah pemberian suntikan ke dalam tubuh pasien. Suntikan tersebut dilakukan pada saat keadaan pasien sudah sangat parah atau yang menurut perkiraan/pertimbangan medis sudah tidak mungkin lagi bisa sembuh atau bertahan lama.
    Contoh dari euthanasia aktif adalah seseorang menderita kanker ganas dengan rasa sakit yang luar biasa hingga penderita sering pingsan. Dalam hal ini dokter yakin bahwa yang bersangkutan akan meninggal dunia. Kemudian dokter memberikan obat dengan takaran tinggi (overdosis) yang sekiranya dapat menghilangkan rasa sakitnya, tetapi sekaligus menghentikan pernafasannya.
2.    Euthanasia Pasif
Euthanasia pasif adalah tindakan dokter menghentikan pengobatan pasien yang menderita sakit keras, yang secara medis sudah tidak mungkin lagi dapat disembuhkan. Penghentian pengobatan ini berarti mempercepat kematian pasien. Alasan yang lazim dikemukakan dokter adalah karena keadaan ekonomi pasien yang terbatas, sementara dana yang dibutuhkan untuk pengobatan sangat tinggi, sedangkan fungsi pengobatan menurut perhitungan dokter sudah tidak efektif lagi.
    Contoh dari euthanasia pasif adalah orang yang mengalami koma yang sangat lama, misalnya karena bagian otaknya terserang penyakit atau bagian kepalanya terbentur dengan sangar keras.dalam keadaan demikian ia hanya mungkin dapat hidup dengan mempergunakan alat pernafasan. Alat pernafasan itulah yang memompa udara ke dalam paru-parunya dan menjadikannya dapat bernafas secara otomatis. Dengan berbagai alasan, maka pengobatan yang dilakukan dihentikan dan alat yang digunakan juga dihentikan, dengan demikian si penderita akan akan meninggal dunia dengan sendirinya.
    Islam sangat memperhatikan keselamatan dan kehidupan manusia. Karena itulah, Islam melarang seseorang bunuh diri. Sebab, pada hakikatnya jiwa yang bersemayam pada jasadnya bukanlah miliknya sendiri. Sebaliknya, jiwa merupakan titipan allah SWT yang harus dipelihara dan digunakan secara benar.  Maka dari itu dia tidak boleh membunuh dirinya sendiri.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (Q.S. An-Nisa 4:29)
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
Barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua orang. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara semua manusia. (Q.S. Al-Maidah 5;32)
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
…dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar". Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). (Q.S. Al-An’am 6:151)
Dari beberapa ayat diatas jelas bahwa bunuh diri itu dilarang keras oleh Islam dengan alasan apapun. larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain sama halnya membunuh diri sendiri.
Perbuatan euthanasia sama halnya dengan bunuh diri yang dilakukan dengan meminjam tangan orang lain, dan hal ini dianggap sebagai perbuatan yang menentang takdir Allah. Sebab masalah kehidupan dan kematian seseorang itu urusan Allah SWT.
    Agama Islam menyatakan bahwa kematian, merupakan akhir dari kehidupan di dunia, adalah hak Tuhan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berhak untuk menunda sedetikpun waktu kematian. Orang yang menghendaki euthanasia walaupun dengan penderitaan bahkan kadang-kadang dalam keadaan yang sekarat dapat dikategorikan putus asa, dan putus asa dilarang oleh Allah.
Menurut pandangan Syariah Islam, euthanasia diharamkan, karena termasuk kedalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-’amd), walaupun niatnya baik yaitu meringankan penderitaan pasien, hukumnya tetap haram, walaupun atas permintaan pasien sendiri atau keluarganya.
    Dengan mempercepat kematiannya, pasien tidak bisa mendapatkan manfaat dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT, yaitu berupa ke-tawakalan kepada-Nya.
wallahu ta'ala a'lam

Share on Google Plus

About Muhammad Abdullatif

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment