Bid'ah Dalam Islam



عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللَّهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ، رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ، وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدّ ٌ 
 
Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah, Aisyah Radiyallahu ‘anha, ia berkata Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam bersabda: barang siapa yang mengada-adakan suatu perbuatan dalam urusan kami (agama Islam) dan sesuatu itu bukan merupakan perkara agama makan ia tertolak. Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim. Dalam riwayat Muslim: barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak berdasarkan contoh atau perintah kami (Allah & Rasulullah) maka ia tertolak.

 Hadits ini merupakan pokok yang mendasar dalam menimbang seluruh amalah yang zhahir. Dan amalan apapun tidak akan dianggap kecuali jika sesuai dengan syariat (yang diperintahkan oleh Allah dan sesuai yang dicontohkan Rasulullah). Sebagaimana hadits “innamal a’malu bin niyyat”, merupakan pokok yang mendasar dalam menimbang seluruh amalan batin. Dan semua amalan apapun yang dijadikan taqqarub mendekatkan diri kepada Allah berupa ibadah harus dilakukan dengan ikhlas hanya untuk Allah, dan harus benar dengan niat yang ingin ia harapkan. Jika perkara dhahir seperti wudhu, mandi janabat, sholat, dzikir dan ibadah-ibadah yang lainnya dilakukan dengan tidak sesuai syariat, maka ibadah-ibadah tersebut tertolak meskipun kebiasaan atau syariat itu sudah menjadi kebudayaan dalam sebuah masyarakat.

    Dari hadits tersebut dapat kita simpulkan bahwasanya amalan baik (dalam perkara agama) yang hal tersebut tidak terdapat contoh dari Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasalam maka amalan tersebut tertolak dan hal itu merupakan perkara baru dan dilarang dalam agama. Dan tempat kembali bagi pelakunya adalah neraka Allah subhanahu wata’ala. Maka dengan hadits ini hendaknya kita lebih selektif dalam melakukan suatu amalan syariat ibadah, apakah amalan tersebut ada dalil yang mendasar baik itu memerintahkan, menganjurkan atau bahkan diwajibkan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasalam. Baik disampaikan melalui contoh perbuatan, ucapakan atau ketetapan beliau. 
    Wallahu ta’ala a’lam

Share on Google Plus

About Muhammad Abdullatif

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment